Magelang, 11 februari 2010
Sebenarnya ini cerita-cerita kecil yang mungkin biasa aja, tapi buatku terasa ada semacam ‘wow” di dalamnya
1. minggu yang lalu, hari rabu, aku diminta penjahitku pada hari itu untuk mengingatkannya supaya mengirimkan baju pesananku seminggu sebelumnya, tapi karena aku orang yang males nelpon bila ga kepepeeeeeeeettttt bangeeeett….so hari rabu lewatlah sudah, aku tidak menelpon….
Hari kamis keesokannya, ketika aku memulai kegiatanku di puskesmas tiba tiba terbersit dalam pikiranku, aku udah menyanggupi buat ngingetin, lagipula kalo hari jumat aku bisa pake baju pesananku itu, pasti akan menambah gaya penampilanku kan ? hehehehe so aku memutuskan untuk menelpon penjahitku setelah pelayanan selesai nanti, kemudian perawatku masuk membawa setumpuk status pasien yang harus diperiksa, akupun mulai memanggil mereka satu per satu, nah yang mengejutkanku waktu aku memanggil nama Nn. A, yang tak kusangka adalah anak dari penjahitku itu
( aku ga menduga karena biasanya aku memanggil anak penjahitku itu dengan nama panggilan P ) nah bagai pucuk dicinta ulam pun tiba, aku ga usah angkat telpon cukup kusampekan pesananku pada penjahitku itu melalui anaknya ini, dan VOILa….. bajuku jadi sore harinya
2. Kejadian ini terjadi kemarin,
Ketika aku di bagian pendaftaran puskesmas, aku melihat setumpuk status pasien di tempat penyimpanan status, tak sengaja kutangkap salah satu nama pasien di puskesmas namanya bagus sekali… Alfaruq, dalam hatiku aku kagum… ” wow, bagus sekali namanya, sayang bukan pasien hari ini…” lalu ketika jam pelayanan puskesmas udah mau habis datang seorang ibu sambil berlari2 kecil ke pendaftaran, aku melihatnya dari bilik Balai pengobatan, selang beberapa waktu ibu itu masuk ke BP sambil menyodorkan statusnya, terntata statusnya ALfaruq!, well walopun alfaruq ga datang ke puskesmas, toh aku udah ketemu sama ibunya
3. Kejadian hari ini
aku punya pasien Ny. A dengan diagnosis gastritis kronis yang sudah diidapnya selama 3 bulan, gara2 gastritisnya dia pernah opname di RS, akan tetapi tak ada yang berkurang dari gastritisnya itu, kemudian dia datang ke puskesmasku, dia rutin sekali berobat, bisa seminggu dua kali dia datang ke puskesmas (karena kami di puskesmas selalu memberikan terapi oral untuk 3 hari saja) setelah pengobatan agresif dengan obat-obatan penghambat asam lambung, antibiotik, psikosomatis dan edukasi perilaku selama 20 hari, Ny A dalam 2 minggu ini ga pernah nongol-nongol di puskesmas lagi, dalam hati aku bertanya, kemana ya Ny. A ini apa dia udah sembuh ato dia takut sama aku, mengingat pada pertemuan terakhir kami dia mengeluh habis2an yang membuat aku kesal dan agak jengkel sama dia
, well baru aku bertanya2 seperti itu, tadi diantara setumpuk status pasien yang harus diperiksa, akhirnya kutemukan namanya! Aku penasaran apakah pengobatan agresif yang kulakukan berhasil…. Kupanggil dia, dan kutanya kabarnya, jawabnya: “ Kalo sakit maag saya sudah sembuh dokter, sekarang saya gatal2 di seluruh tubuh…. “ dalam hatiku : “ wow, kebetulan lagi!… Alhamdulillah udah sembuh gastritisnya, walopun sekarang dia terkena scabies !!!
”
Hmmm… inikah yang namanya law of attraction??? Ketika kita menginginkan sesuatu, kemudian mengikhlaskannya, serta mengisi hari-hari kita dengan kebahagiaan dan rasa syukur maka alam semesta dengan segala caranya akan mendatangkan keinginan kita itu kepada kita…? Well Whatever it is… kita emang selalu harus bersyukur dengan nikmat yang kita peroleh, walopun itu hal yang sepele nampaknya, tapi bukankah sudah janji Tuhan untuk lebih Melimpahkan rahmatnya kepada orang-orang yang bersyukur , be gratefull and happy everyday everybody
ps: berarti law attraction dari akukah yang nyebabin Ny. A jadi gatel2? hehehe