Flowers

Each flower grows from their own seed
The seeds spread by the breeze to the middle of nowhere
wherever they’re laid…
They have to grow up…
To show the world
Their own true colors…….
Their Own fragrance……
Their own beauty……

Each flower blooms in their own sweetest time….
When it comes my turn…
God….
Please make it easy for me to pass
The cold of the winter…..
The Wind of the autumn….
The breeze of the spring…
The heat of the summer….

dedicated to all my friends… :)
Maap ye kalo bahasa inggrisnya kacau bin balau… maklum dah lama ga di update niy….. hehehehe

Ada yang mau nambahin syairnya? monggo… monggo ^^

Enjoy it Pals :) Christina_Aguilera_-_Beautiful.htm

Diet untuk Pengidap Diabetes Melitus

Dalam praktek sehari-hari di puskesmas sering saya jumpai pasien dengan Diabetes Melitus, untuk penanganan pasien ini dibutuhkan terapi yang komprehensif dari perilaku, pola makan, kontrol rutin serta pengendalian kadar gula darah dengan bantuan obat diabetik ataupun insulin.

Hal yang sering ditanyakan oleh pasien adalah mengenai diet mereka, ada pasien yang cuek sama dietnya ada juga pasien yang karena saking takutnya malah jadi ga makan apa-apa akibatnya malah drop, jatuh ke dalam keadaan hipoglikemi dimana kadar gula darah sewaktu kurang dari 60 mg/dl, yang ditandai dengan badan terasa lemas, jantung berdebar-debar, keluar keringat dingin.   Apabila dijumpai keadaan seperti  ini maka tindakan yang paling tepat adalah meminum air gula murni, bukan gula diet, jangan takut nanti kadar gula darah naik.

Agar jangan sampai terjatuh dalam keadaan hipoglikemi, maka harus diperhatikan beberapa hal yaitu ketepatan cara dan waktu minum obat diabetes, dosis obat yang diminum, aktivitas yang dilakukan, dan asupan makanan.

Bagaimanakah menyusun diet yang tepat untuk pengidap diabetes melitus?

Hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah kalori yang cukup untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang ideal
  2. Mempertimbangkan jumlah protein dan lemak yang masuk (karena biasanya  pengidap DM juga mengalami  peningkatan kadar kolesterol dalam darah )
  3. Penggunaan gula murni dalam minuman dan makanan harus seminimal mungkin
  4. Kecukupan zat-zat gizi yang dibutuhkan

Bahan Makanan yang dianjurkan untuk Diet Diabetes :

  1. Sumber  karbohidrat  komplek  seperti nasi, roti, mi, kentang, singkong, dan ubi.
  2. Sumber protein rendah lemak, seperti ikan,  ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu dan kacang-kacangan
  3. Sumber lemak dalam jumlah terbatas , pengolahannya terutama diolah dengan cara dipanggang, dikukus,direbus atau dibakar.

Bahan makanan yang tidak dianjurkan ( dihindari atau dibatasi)   :

  1. Makanan yang mengandung gula sederhana seperti gula pasir, gula merah, sirop, selai, jeli, susu kental manis, minuman bersoda, es krim, kue manis, cake, dodol.
  2. Mengandungbanyak lemak seperti cake, fast food, gorengan.
  3. Mengandung banyak natrium seperti ikan asin, telur asin dan makanan yang diawetkan.

Contoh :

Ny, A. pengidap DM dengan Berat Badan  ideal = 50 kg, berat badannya sekarang  55 kg  dan tingkat aktivitasnya normal , tidak ada penyakit lain yang menyertainya  maka kalori yang dibutuhkan  untuk  Ny. A  adalah  1438 kkal ( dibulatkan menjadi 1500 kkal) maka contoh menu yang bisa dipakai adalah :

Pagi:

Nasi

Ikan

Tempe goreng

Sayuran tipe A

1 porsi ( 100 gr )

1 porsi ( 50 gr)

0,5 porsi ( 50 gr)

sekehendak

Keterangan :

Sayuran  tipe A :

mengandung sedikit sekali kalori, misal :jamur, gambas,kangkung, ketimun, tomat, kol,lobak,sawi, rebung,tauge, terong

Sayuran tipe B :

Misal : bayam,buncis, daun singkong, jagung muda, kacang panjang, labu siam, nangka muda, wotel

Buah  1 porsi ( bisa diganti-ganti):

Apel  75 gr (0,5 biji sedang)

Belimbing  1 biji sedang

Jambu biji 1 biji

Durian 50 gr (3 biji sedang)

Rambutan 8 butir

Papaya 100 gr

Pisang ambon 1 buah ( 75 gr)

Pukul 10.00

Buah

1 porsi
Siang

Nasi

Daging

Tempe goreng

Sayuran A

Sayuran B

Buah

2 porsi

1 porsi (50 gr)

0,5 porsi

sekehendak

1 porsi

1 porsi (100 GR)

Pukul 16.00

Buah

1 porsi
Malam

Nasi

Ikan

Tempe goreng

Sayuran A

Sayuran B

Buah

2 porsi

1 porsi

0,5 porsi

sekehendak

1 porsi

1 porsi

Nah demikian contoh bagaimana menyusun diet bagi pengidap diabetes mellitus, Semoga bermanfaat :)

Sumber:  Penuntun Diet ,GPU, 2004

Kebetulan – Kebetulan kecil yang tak terduga di puskesmas

Magelang, 11 februari 2010

Sebenarnya ini cerita-cerita kecil yang mungkin biasa aja, tapi buatku terasa ada semacam ‘wow” di dalamnya

1. minggu yang lalu, hari rabu, aku diminta penjahitku pada hari itu untuk mengingatkannya supaya mengirimkan baju pesananku seminggu sebelumnya, tapi karena aku orang yang males nelpon bila ga kepepeeeeeeeettttt bangeeeett….so hari rabu lewatlah sudah, aku tidak menelpon….
Hari kamis keesokannya, ketika aku memulai kegiatanku di puskesmas tiba tiba terbersit dalam pikiranku, aku udah menyanggupi buat ngingetin, lagipula kalo hari jumat aku bisa pake baju pesananku itu, pasti akan menambah gaya penampilanku kan ? hehehehe so aku memutuskan untuk menelpon penjahitku setelah pelayanan selesai nanti, kemudian perawatku masuk membawa setumpuk status pasien yang harus diperiksa, akupun mulai memanggil mereka satu per satu, nah yang mengejutkanku waktu aku memanggil nama Nn. A, yang tak kusangka adalah anak dari penjahitku itu :) ( aku ga menduga karena biasanya aku memanggil anak penjahitku itu dengan nama panggilan P ) nah bagai pucuk dicinta ulam pun tiba, aku ga usah angkat telpon cukup kusampekan pesananku pada penjahitku itu melalui anaknya ini, dan VOILa….. bajuku jadi sore harinya :)

2. Kejadian ini terjadi kemarin,

Ketika aku di bagian pendaftaran puskesmas, aku melihat setumpuk status pasien di tempat penyimpanan status, tak sengaja kutangkap salah satu nama pasien di puskesmas namanya bagus sekali… Alfaruq, dalam hatiku aku kagum… ” wow, bagus sekali namanya, sayang bukan pasien hari ini…” lalu ketika jam pelayanan puskesmas udah mau habis datang seorang ibu sambil berlari2 kecil ke pendaftaran, aku melihatnya dari bilik Balai pengobatan, selang beberapa waktu ibu itu masuk ke BP sambil menyodorkan statusnya, terntata statusnya ALfaruq!, well walopun alfaruq ga datang ke puskesmas, toh aku udah ketemu sama ibunya :)

3. Kejadian hari ini

aku punya pasien Ny. A dengan diagnosis gastritis kronis yang sudah diidapnya selama 3 bulan, gara2 gastritisnya dia pernah opname di RS, akan tetapi tak ada yang berkurang dari gastritisnya itu, kemudian dia datang ke puskesmasku, dia rutin sekali berobat, bisa seminggu dua kali dia datang ke puskesmas (karena kami di puskesmas selalu memberikan terapi oral untuk 3 hari saja) setelah pengobatan agresif dengan obat-obatan penghambat asam lambung, antibiotik, psikosomatis dan edukasi perilaku selama 20 hari, Ny A dalam 2 minggu ini ga pernah nongol-nongol di puskesmas lagi, dalam hati aku bertanya, kemana ya Ny. A ini apa dia udah sembuh ato dia takut sama aku, mengingat pada pertemuan terakhir kami dia mengeluh habis2an yang membuat aku kesal dan agak jengkel sama dia :P , well baru aku bertanya2 seperti itu, tadi diantara setumpuk status pasien yang harus diperiksa, akhirnya kutemukan namanya! Aku penasaran apakah pengobatan agresif yang kulakukan berhasil…. Kupanggil dia, dan kutanya kabarnya, jawabnya: “ Kalo sakit maag saya sudah sembuh dokter, sekarang saya gatal2 di seluruh tubuh…. “ dalam hatiku : “ wow, kebetulan lagi!… Alhamdulillah udah sembuh gastritisnya, walopun sekarang dia terkena scabies !!! :P

Hmmm… inikah yang namanya law of attraction??? Ketika kita menginginkan sesuatu, kemudian mengikhlaskannya, serta mengisi hari-hari kita dengan kebahagiaan dan rasa syukur maka alam semesta dengan segala caranya akan mendatangkan keinginan kita itu kepada kita…? Well Whatever it is… kita emang selalu harus bersyukur dengan nikmat yang kita peroleh, walopun itu hal yang sepele nampaknya, tapi bukankah sudah janji Tuhan untuk lebih Melimpahkan rahmatnya kepada orang-orang yang bersyukur , be gratefull and happy everyday everybody ;)

ps: berarti law attraction dari akukah yang nyebabin Ny. A jadi gatel2? hehehe :)

Membuka Pikiran dan Wawasan untuk Kesehatan yang Sempurna untuk Diri Kita dan Orang yang Kita Kasihi

11 Januari 2010 jam 20:53 |

Ketika saya kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2001-2008, sebagai mahasiswa FK pada saat itu  saya belajar berbagai macam penyakit yang jumlahnya bejibun n bukunya tebel2 bo!…. { Thanx God I’ve passed It:)  }. Ada satu hal yang mengusik pikiran saya selaku mahasiswa waktu itu, dalam istilah kedokteran dikenal istilah idiopatik yang secara harfiah dapat diartikan sebagai ; belum diketahui penyebabnya.  Banyak penyakit yang diiringi istilah idiopatik ini diantaranya adalah tekanan darah tinggi yang bersifat primer ( hipertensi primer) yang sampe saat ini baru ditemukan patofisiologi terjadinya hipertensi tersebut, dan obat-obatan yang dipakai selama ini efeknya adalah menurunkan tensi dengan menghambat jalur patologis. BUKAN pada penyebab kenapa terjadi proses yang merugikan itu.

Selain itu ada juga penyakit klasik tapi pengobatanya alamaaaaaak seumur hidup yaitu kencing manis dan sekali lagi pengobatan konvensional hanya membantu menurunkan kadar gula darah BUKAN mengatasi penyebab Kencing manis yaitu rusaknya sel-sel beta pankreas….. Satu pertanyaan besar saat itu BETULKAH PENYAKIT ITU TAK BISA DISEMBUHKAN ? ( Juga sering ditanyakan oleh banyak pasien yang mengidap penyakit itu , pertanyaan ini sangat susah untuk dijawab- lebih susah daripada soal-soal ujian koass- :p )

Pertanyaan itu timbul di benak saya untuk saya dapatkan jawabannya, karena dalam hati saya waktu itu saya yakin bahwa Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan Dia menurunkan obatnya. Jadi dimanakah “Obat” itu ???

Keingintahuan saya membawa saya dalam suatu pengembaraan pengetahuan yang tidak memiliki batas dan lintas bidang ilmu (Duileh bahasanya ngeri banget niy….) Penyusunan skripsi saya waktu itu tentang gizi mengenai Perbandingan Asupan Jumlah Asam folat terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa memaksa saya membaca berbagai jurnal terbaru tentang nutrisi (yang takkan pernah saya sentuh bila saya tidak mengambil skripsi ini) menyadarkan saya tentang Besarnya pengaruh asupan makanan terhadap kondisi jiwa dan fisik kita saat ini dan masa yang akan datang, Hal ini membuka prespekktif baru tentang pengobatan dan kesehatan.

Perjalanan saya berlanjut ketika saya bertemu dengan seorang kenalan yang sedang mendalami pengobatan holistik dia memperkenalkan suatu istilah baru yang masih asing di telinga saya waktu itu yaitui tentang naturopati yaitu proses penyembuhan dari dalam tubuh sendiri yang diselaraskan dengan alam… teman saya yang baik hati itu meminjamkan buku yang luar biasa yaitu Total Wellness yang ditulis oleh Jozzeph Pizzorno, ND tantang kesehatan holistik. Dalam buku itu dijelaskan tentang penyebab terjadinya penyakit, pada intinya tubuh manusia sakit karena terganggunya homeostasis dalam tubuh, Homeostasis yaitu keadaan ‘seimbang “ dalam tubuh diantaranya meliputi sistem imunitas, sistem regulatorik, fungsi metabolik, menghilangkan toksin dan menormalkan funsi inflamasi. Selain itu dalam ilmu naturopati peran pikiran dalam kesehatan tubuh juga sangat diperhatikan sehingga dalam proses penyembuhan pasien dianjurkan pula untuk melakukan meditasi dan hipnoterapi.  Dalam naturopati “obat” yang digunakan berasal dari makanan yang kita makan serta tumbuhan yang secara laboratoris mempunyai efek penyembuhan dalam tubuh.

Hati kecil saya waktu itu berkata mungkin inilah yang selama ini saya cari, Pengobatan untuk penyakit-penyakit yang belum dapat diselesaikan oleh ilmu medis konvensional. Ingin sekali untuk dapat menerapkan ilmu ini dipadukan dengan ilmu kedokteran konvensional yang saya dapatkan di bangku kuliah dulu- tentu saja disesuaikan dengan jenis penyakit dan kondisi pasien – sehingga tercipta kesehatan paripurna dalam pasien-pasien saya, diri saya sendiri dan orang-orang yang saya sayangi…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.